Selamat Berbelanja di Blitar Market


Blitar Market

Kota Blitar merupakan sebuah kota yang terletak di bagian selatan Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kota ini terletak sekitar 167 km sebelah barat daya Surabaya dan 80 km sebelah barat Malang. Kota Blitar terkenal sebagai tempat dimakamkannya presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno.

Selain disebut sebagai Kota Proklamator dan Kota Patria, kota ini juga disebut sebagai Kota Peta (Pembela Tanah Air) karena di bawah kepimpinanan Soeprijadi, Laskar Peta melakukan perlawanan terhadap Jepang untuk pertama kalinya pada tanggal 14 Februari 1945 yang menginspirasi timbulnya perlawanan menuju kemerdekaan di daerah lain.

Ikan koi yang populer di Jepang dapat dibudidayakan dengan baik di kota ini sehingga memberikan julukan tambahan sebagai Kota Koi.(kota Blitar, Wikipedia)

Ubin Alami Ramah Lingkungan dari Batok Kelapa
Rabu, 14 Maret 2012

Oleh Degina Juvita

Batok kelapa digunakan oleh masyarakat secara tradisional sebagai tempat makan, gayung, dan juga arang. Belakangan ini, batok kelapa dilirik industri fesyen sebagai bahan baku aksesoris seperti tas dan kalung. Kini batok kelapa hadir dalam bentuk ubin, sebagai pelengkap dekorasi dinding dan lantai.
Produk ini bernama Cocomosaic. Bahan utamanya menggunakan batok kelapa, dan dibentuk dengan teknik mozaik. Potongan batok kelapa berbentuk kotak-kotak kecil yang disebut chip, saling menempel satu sama lain hingga membentuk ubin mozaik berukuran 42cm x 42cm.
Pembuatan ubin batok kelapa dikerjakan dengan tangan. Produsen Cocomosaic melibatkan para pengrajin di Cirebon dalam membuat produk ramah lingkungan ini. Selain itu, mereka juga bekerjasama dengan yayasan penyandang cacat guna merangsang potensi berkerajinan tangan sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi penyandang cacat.
“Proses pembuatan ini bernilai seni tinggi, dibuat dengan penuh ketelitian dan kesabaran. Selain itu juga memberdayakan tenaga kerja dalam bentuk kegiatan sosial,” ujar Jay Sitio, Sales Executive Cocomosaic Indonesia.
Ubin Cocomosaic dapat berfungsi sebagai dekorasi dinding, lantai, hingga pintu. Motif mozaik dari batok kelapa mampu menciptakan tampilan eksotik nan alami di dalam maupun luar ruangan. Cocomosaic tersedia dalam dua seri yaitu, natural dan fancy. Motif-motifnya pun hadir dalam berbagai bentuk. Setiap sisa dari pembuatan mozaik, akan digunakan kembali untuk motif yang berbeda. “Hampir 100% bahan batok kelapa tidak terbuang,” tambah Jay.

- See more at: http://satulingkar.com/detail/read/2/649/ubin-alami-ramah-lingkungan-dari-batok-kelapa#sthash.QDo1×9xG.dpuf

Ubin Alami Ramah Lingkungan dari Batok Kelapa
Rabu, 14 Maret 2012

Oleh Degina Juvita

Batok kelapa digunakan oleh masyarakat secara tradisional sebagai tempat makan, gayung, dan juga arang. Belakangan ini, batok kelapa dilirik industri fesyen sebagai bahan baku aksesoris seperti tas dan kalung. Kini batok kelapa hadir dalam bentuk ubin, sebagai pelengkap dekorasi dinding dan lantai.
Produk ini bernama Cocomosaic. Bahan utamanya menggunakan batok kelapa, dan dibentuk dengan teknik mozaik. Potongan batok kelapa berbentuk kotak-kotak kecil yang disebut chip, saling menempel satu sama lain hingga membentuk ubin mozaik berukuran 42cm x 42cm.
Pembuatan ubin batok kelapa dikerjakan dengan tangan. Produsen Cocomosaic melibatkan para pengrajin di Cirebon dalam membuat produk ramah lingkungan ini. Selain itu, mereka juga bekerjasama dengan yayasan penyandang cacat guna merangsang potensi berkerajinan tangan sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi penyandang cacat.
“Proses pembuatan ini bernilai seni tinggi, dibuat dengan penuh ketelitian dan kesabaran. Selain itu juga memberdayakan tenaga kerja dalam bentuk kegiatan sosial,” ujar Jay Sitio, Sales Executive Cocomosaic Indonesia.
Ubin Cocomosaic dapat berfungsi sebagai dekorasi dinding, lantai, hingga pintu. Motif mozaik dari batok kelapa mampu menciptakan tampilan eksotik nan alami di dalam maupun luar ruangan. Cocomosaic tersedia dalam dua seri yaitu, natural dan fancy. Motif-motifnya pun hadir dalam berbagai bentuk. Setiap sisa dari pembuatan mozaik, akan digunakan kembali untuk motif yang berbeda. “Hampir 100% bahan batok kelapa tidak terbuang,” tambah Jay.

- See more at: http://satulingkar.com/detail/read/2/649/ubin-alami-ramah-lingkungan-dari-batok-kelapa#sthash.QDo1×9xG.dpuf


Featured Product


















Best Seller

Tidak ada item disini .


Track Your Purchase

Bagi pembeli, untuk melihat status dan detail pesanan Anda, serta sejarah pembelian Anda sebelumnya silahkan Login terlebih dahulu dan klik pada link di bawah ini.

Lihat Status Pesanan

Switch to our mobile site