Selamat Datang di Blitarmarket, Sumber Investasi Properti Terbaik di Blitar


Menikmati Pesta Purnama di Candi Penataran Blitar

Candi Palah atau yang biasa dikenal dengan nama Candi Penataran di Blitar, Jawa Timur, memperlihatkan kemolekannya di malam hari. Candi yang dibangun abad XII itu terlihat anggun saat diterangi cahaya Purnama beriring seruling pada acara Purnama Seruling Penataran yang digelar Sabtu, 7 Maret 2015.

Dalam keterangan tertulis yang didapat dari pengelola Candi Penataran, Minggu (8/3/2015), acara dengan tema The Stage of World’s Fraternity and Peace, digelar di kaki Gunung Kelud ini menghadirkan sejumlah seniman nusantara, dari Makassar, Kutai Kertanegara, Blitar juga seniman luar negeri asal Jepang.

Seniman asal Makassar, Misbah Bilok penampil Seruling Sakuhaci. Sanggar Sekar Ayu menghadirkan tari Janggrong. Seniman Kutai Kertanegara menghadirkan Tari Ampus Bahuna. Seniman Blitar menghadirkan tarian Lembusuro Jotosuro. Seniman asal Jepang menghadirkan Hana Mai (bunga menari).

Selain seniman tamu, Dewan Kesenian Kabupaten Blitar (DKKB) juga menghadirkan lakon utama sendratari dengan judul “Sesaji Kelod”. Sendratari Sesaji Kelod bercerita tentang rasa syukur warga Blitar yang selamat dari amukan letusan Gunung Kelud satu tahun yang lalu, serta rasa syukur atas kembalinya Gunung Kelud ke pangkuan Blitar.

Pesta Purnama sempat diiringi suasana hujan gerimis, namun tak serta merta membuat penonton patah semangat. Ada yang bersembunyi di balik pepohonan, menutup kepalanya dengan payung, tas dan kardus dan banyak pula yang membiarkan tubuhnya basah.

Antusiasme warga juga nampak dari ludesnya 1500 tiket. Bahkan, hingga penghujung acara yang diakhiri dengan doa bersama pun, penonton tetap tidak beranjak dari pelataran Candi yang dibangun pada abad XII itu.Sumber: http://news.detik.com/read/2015/03/09/043728/2852934/10/menikmati-pesta-purnama-di-candi-penataran-blitar

Ubin Alami Ramah Lingkungan dari Batok Kelapa
Rabu, 14 Maret 2012

Oleh Degina Juvita

Batok kelapa digunakan oleh masyarakat secara tradisional sebagai tempat makan, gayung, dan juga arang. Belakangan ini, batok kelapa dilirik industri fesyen sebagai bahan baku aksesoris seperti tas dan kalung. Kini batok kelapa hadir dalam bentuk ubin, sebagai pelengkap dekorasi dinding dan lantai.
Produk ini bernama Cocomosaic. Bahan utamanya menggunakan batok kelapa, dan dibentuk dengan teknik mozaik. Potongan batok kelapa berbentuk kotak-kotak kecil yang disebut chip, saling menempel satu sama lain hingga membentuk ubin mozaik berukuran 42cm x 42cm.
Pembuatan ubin batok kelapa dikerjakan dengan tangan. Produsen Cocomosaic melibatkan para pengrajin di Cirebon dalam membuat produk ramah lingkungan ini. Selain itu, mereka juga bekerjasama dengan yayasan penyandang cacat guna merangsang potensi berkerajinan tangan sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi penyandang cacat.
“Proses pembuatan ini bernilai seni tinggi, dibuat dengan penuh ketelitian dan kesabaran. Selain itu juga memberdayakan tenaga kerja dalam bentuk kegiatan sosial,” ujar Jay Sitio, Sales Executive Cocomosaic Indonesia.
Ubin Cocomosaic dapat berfungsi sebagai dekorasi dinding, lantai, hingga pintu. Motif mozaik dari batok kelapa mampu menciptakan tampilan eksotik nan alami di dalam maupun luar ruangan. Cocomosaic tersedia dalam dua seri yaitu, natural dan fancy. Motif-motifnya pun hadir dalam berbagai bentuk. Setiap sisa dari pembuatan mozaik, akan digunakan kembali untuk motif yang berbeda. “Hampir 100% bahan batok kelapa tidak terbuang,” tambah Jay.

- See more at: http://satulingkar.com/detail/read/2/649/ubin-alami-ramah-lingkungan-dari-batok-kelapa#sthash.QDo1×9xG.dpuf

Ubin Alami Ramah Lingkungan dari Batok Kelapa
Rabu, 14 Maret 2012

Oleh Degina Juvita

Batok kelapa digunakan oleh masyarakat secara tradisional sebagai tempat makan, gayung, dan juga arang. Belakangan ini, batok kelapa dilirik industri fesyen sebagai bahan baku aksesoris seperti tas dan kalung. Kini batok kelapa hadir dalam bentuk ubin, sebagai pelengkap dekorasi dinding dan lantai.
Produk ini bernama Cocomosaic. Bahan utamanya menggunakan batok kelapa, dan dibentuk dengan teknik mozaik. Potongan batok kelapa berbentuk kotak-kotak kecil yang disebut chip, saling menempel satu sama lain hingga membentuk ubin mozaik berukuran 42cm x 42cm.
Pembuatan ubin batok kelapa dikerjakan dengan tangan. Produsen Cocomosaic melibatkan para pengrajin di Cirebon dalam membuat produk ramah lingkungan ini. Selain itu, mereka juga bekerjasama dengan yayasan penyandang cacat guna merangsang potensi berkerajinan tangan sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi penyandang cacat.
“Proses pembuatan ini bernilai seni tinggi, dibuat dengan penuh ketelitian dan kesabaran. Selain itu juga memberdayakan tenaga kerja dalam bentuk kegiatan sosial,” ujar Jay Sitio, Sales Executive Cocomosaic Indonesia.
Ubin Cocomosaic dapat berfungsi sebagai dekorasi dinding, lantai, hingga pintu. Motif mozaik dari batok kelapa mampu menciptakan tampilan eksotik nan alami di dalam maupun luar ruangan. Cocomosaic tersedia dalam dua seri yaitu, natural dan fancy. Motif-motifnya pun hadir dalam berbagai bentuk. Setiap sisa dari pembuatan mozaik, akan digunakan kembali untuk motif yang berbeda. “Hampir 100% bahan batok kelapa tidak terbuang,” tambah Jay.

- See more at: http://satulingkar.com/detail/read/2/649/ubin-alami-ramah-lingkungan-dari-batok-kelapa#sthash.QDo1×9xG.dpuf


Featured Product




















Best Seller

Tidak ada item disini .


Track Your Purchase

Bagi pembeli, untuk melihat status dan detail pesanan Anda, serta sejarah pembelian Anda sebelumnya silahkan Login terlebih dahulu dan klik pada link di bawah ini.

Lihat Status Pesanan

Switch to our mobile site